Kontribusi Faktor Kontektual terhadap Akses Layanan Kesehatan Suspek TB pada Tujuh Provinsi di Indonesia

Abstrak

Pada saat ini terdapat tiga negara yang memberi kontribusi terbesar untuk penyakit tuberkulosis (TB) di dunia, yaitu India, Cina, dan Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan target case detection rate (CDR) untuk tahun 2005 minimal harus 70%. Apabila CDR > 70%, Cure Rate > 85%, Error Lab < 5% dipertahankan dalam kurun waktu 5 tahun, jumlah penderita TB akan berkurang setengahnya. Indonesia telah menerapkan strategi DOTS sejak tahun 1995, tetapi sampai dengan akhir tahun 2004 kinerja CDR Idonesia masih 51,8%. Yang menjadi masalah, walaupun obat telah tersedia dalam jumlah cukup dan gratis, serta fasilitas kesehatan telah siap menerapkan strategi DOTS, tetapi jika suspek TB yang ada di masyarakat tidak datang (akses) ke fasilitas kesehatan, maka semua fasilitas tersebut akan menjadi sia-sia. Tujuan penelitian ini adalah menghitung kontribusi variabel kontekstual terhadap akses layanan kesehatan suspek TB. Metodologi penelitian ini adalah survei cross sectiona dengan sumber data dari penelitian BES II dan BPS. Analisis data dengan uji multilevel GLLAMM Model Regresi Logistik Intercep. Hasil telitian ini menunjukkan bahwa pada level rumah tangga: peningkatan 10 menit waktu tempuh ke fasilitas kesehatan (OR=0,64; 95% CI OR=0,5-0,68; PFE=0,36) dan peningkatan Rp.30.000,- pendapatan perkapita (OR=1,2; 95% CI OR=1,1-1,3; AFE=0,17). Pada level kabupaten: kemiskinan masyarakat kuartil dua (OR=0,49; 95% CI OR=0,22-0,83; PFE = 0,51; PF = 0,25) dan  ketersediaan fasilitas kesehatan kuartil dua (OR = 0,43; 95% CI OR=0,12-0,66; PFE = 0,57, PF = 0,25).

Untuk informasi lebih lengkap, dapat mengakses link berikut : Pengaruh Kemiskinan Konteksual Terhadap Akses Layanan Kesehatan Suspek Penderita Tuberkulosis di Indonesia | Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan (sumselprov.go.id)

Kata kunci: suspek TB, akses, faktor kontekstual, multilevel analisis. 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Telegram

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *